Langit-langit dan Lantai – Batas Imajiner dalam Benak Setiap Orang

Seorang klien mengeluhkan masalahnya pada saya. Klien ini bergerak di bidang penjualan. Pada  November 2018 ia mengamati sebuah fenomena yang sering saya bahas di training-training hipnosis saya yaitu “batas imajiner”.

Ia mengamati penjualannya dari Januari – Agustus 2018 sudah mencapai Rp 3 milyar. Targetnya di akhir 2018 adalah Rp 7 milyar dimana itu masih sangat mungkin dikejar atau paling tidak mendekati. Tapi anehnya sampai bulan Oktober 2018 omsetnya tidak bergerak dari angka Rp 3 milyar. Hanya bertambah Rp 300 juta jadi itu hanya Rp 3,3 milyar.
“Tak masuk akal nih!”, demikian ia menggerutu sendiri. “Saya sudah melakukan apa yang coach minta dan saya juga melakukan aktifitas penjualan dari waktu ke waktu. Tetapi semua calon konsumen masih “wait and see”. Ini sebenarnya masalahnya ada di saya atau memang  kondisinya yang tidak memungkinkan sih”, demikian lanjutnya.
Saya kemudian menanyakan beberapa hal dan menariknya adalah selama ini rekor penjualan dia adalah Rp 4 milyar. Itulah yang tertinggi selama ini.
Kemudian dengan sebuah teknik hipnosis saya memeriksa batas atas dan batas bawah omset yang ada di benaknya dan ternyata memang benar.
Secara mental klien ini memiliki batas atas penjualan di angka Rp 4,2 milyar!!!
“Wah pantas saja lambat pertumbuhannya di Agustus – Oktober”, katanya.
Akhirnya saya membantunya untuk menemukan akar masalahnya yang ternyata telah terbentuk sejak di masa kecilnya. Dan akhirnya saya bantu bereskan dan ia merasa plonnnngggg setelah itu.
Tanggal 31 Desember  ia mengabarkan pada saya bahwa omsetnya tembus di angka Rp 6,5 milyar. Almost hit the target!!
Akhirnya angka Rp 4 milyar terlewati dengan mulus.
Apa yang saya mau bahas adalah tentang batas bawah dan batas atas. Setiap orang memiliki batas atas dan batas bawah iamjiner di dalam benaknya masing-masing.
Ini juga berlaku pada uang Anda. Setiap kali mendapatkan rejeki yang melewati batas atas terlalu jauh maka dengan satu atau lain cara uang itu akan keluar dengan cara yang logis.
Sementara jika menyentuh batas bawah maka dengan satu atau lain cara juga akan ada pemasukan yang tak terduga sehingga uang Anda ada di batas aman.
Dari manakah batas imajiner itu muncul? Dari masa kecil.
Sugesti kembali berperan besar dalam masalah ini.
“Kamu jangan boros-boros nanti uangmu habis”
“Kamu bisanya hanya habiskan uang saja, berapapun uangmu pasti habis”
Itu adalah beberapa kalimat yang sering dilontarkan orangtua pada anaknya. Akibatnya kalimat-kalimat itu karena sering diulang menjadi sugesti yang ampuh dan tertanam di bawah sadar. Dengan satu atau lain cara jika ada uang lebih maka otak akan menggerakkan hormon dan merangsang sel syaraf dan otot untuk merasa gatal ingin mengeluarkan uang itu. Dan …. Keluarlah uangnya berpindah ke tangan penjual gadget, asesoris atau rumah sakit atau apotik atau apapun.
Jadi Anda seperti tinggal dalam sebuah ruangan dimana ada lantai yang Anda pijak sebagai batas bawah dan langit-langit yang membatasi lompatan Anda. Anda tak bisa bergerak lebih jauh dari langit-langit tersebut.
Jika jarak Anda ke langit-langit masih jauh maka enak saja melaju kencang. Anda merasakan pertumbuhan yang hebat. Tetap begitu mendekat dan Anda tidak menjebol langit-langit Anda maka kepala Anda akan terbentur dan akan dihajar turun kembali masuk ke dalam batasan Anda.
Variabel lain yang berperan sebagai penentu batas atas dan bawah adalah citra diri atau perasaan layak dan pantas tentang mendapatkan sesuatu. Citra diri bisa rusak karena banyaknya kritikan yang tidak membangun yang diterima di masa kecil. Suka dibanding-bandingkan dengan saudara atau anak lain juga merusak citra diri. Dipermalukan di depan umum juga perusak citra diri.
Jadi tingkatkan citra diri Anda dengan cara melakukan auto-sugesti untuk melemahkan sugesti lama sehingga terbentuk citra diri baru. Maka setelah itu segala sesuatu akan menjadi makin mudah dan menyenangkan untuk dicapai.

 naikkan plafond rejeki anda

sumber : https://www.ariesandi.com

1 komentar untuk "Langit-langit dan Lantai – Batas Imajiner dalam Benak Setiap Orang"

  1. Mantap ilmunya pak mampir di web komunitas kami
    http://www.dadyzuper.com/ilmubarokah

    BalasHapus